.:KAP Muhaemin:.
|
Audit khusus tak halangi ekspansi Kimia Farma |
|
|
|
JAKARTA: PT Kimia Farina (Tbk), badan usaha milik negara di sektor farmasi, tidak akan menunda rencana ekspansi bisnis, meskipun laporan pertanggungjawaban kinerja perseroan dan direksi belum disetujui oleh pemerintah selaku pemegang saham. Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) Kimia Farma (KF) pada 27 Mei, pemerintah menolak pertanggungjawaban direksi, khususnya terkait dengan laporan keuangan tahun lalu.
Pemerintah bahkan baru mempertimbangkan serta hanya menyetujui sebagian rencana kerja dan anggaran perusahaan untuk 2010. Sebagai pemegang saham terbesar, pemerintah menetapkan harus dilakukannya audit khusus yang melibatkan auditor independen baru dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Paling lambat 3 bulan setelah RUPS akan diadakan RUPS luar biasa (RUPSLB) untuk mengambil kesimpulan dan pergantian direksi perseroan. Selama audit khusus, manajemen diminta tidak membuat kebijakan yang bersifat strategis yang memengaruhi jalannya proses audit.
Namun, hingga batas waktu yang ditentukan pada 27 Agustus, RUPSLB batal digelar.
|
|
Read more...
|
|
|
Katarina Diduga Manipulasi Laporan Keuangan Auditan 2009 |
|
|
|
|
Jakarta - PT Katarina Utama Tbk (RINA) dituding pemegang sahamnya PT Media Intertel Graha (MIG) telah melakukan manipulasi laporan keuangan auditan tahun 2009.
"Dalam laporan keuangan audit 2009, Katarina mencantumkan ada piutang usaha dari MIG sebesar Rp 8,606 miliar dan pendapatan dari MIG sebesar Rp 6,773 miliar. Itu tidak benar sama sekali, MIG tidak memiliki utang kepada Katarina maupun memberikan pendapatan ke Katarina," ujar Kuasa Hukum MIG, Saifullah kepada detikFinance, Rabu (25/8/2010).
Menurut Saifullah, tindakan yang dilakukan Katarina sangat merugikan MIG, baik secara materiil mupun immateriil. Sebab, fakta yang ada justru Katarina yang pernah memiliki utang kepada MIG sebesar Rp 2 miliar.
"Jadi mereka memutarbalikkan fakta, justru Katarina yang pernah berutang kepada MIG sebesar Rp 2 miliar," ujarnya.
Berdasarkan dokumen yang diterima detikFinance, Katarina mengajukan pinjaman kepada MIG sebesar Rp 2 miliar pada 20 Agustus 2008. Dokumen bermaterai tersebut ditandatangani oleh Direktur Keuangan Katarina Mohd Sopiyan Rashdi (yang menjabat saat itu) dengan Direktur MIG, Barry Japadermawan.
"Pinjaman tersebut dilunasi oleh Katarina pada 23 Juli 2009 dengan pembayaran akhir sebesar Rp 1,994 miliar," ujarnya.
Dokumen pembayaran yang dipegang detikFinance juga menunjukkan bahwa benar pada 23 Juli 2009 terjadi pembayaran sebesar Rp 1,994 miliar dari rekening Katarina di PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) kepada MIG.
|
|
Read more...
|
|
|
Beban keuangan multifinance turun |
|
|
|
|
Likuiditas perbankan sokong industri
JAKARTA: Beban keuangan perusahaan pembiayaan diperkirakan melanjutkan penurunan pada semester kedua tahun ini, setelah pada paruh pertama membukukan rerata penurunan beban sebesar 5,1% dari Rp 2,52 triliun pada tahun lalu menjadi Rp 2,39 triliun pada tahun ini.
Prediksi penurunan tersebut dipengaruhi likuiditas perbankan sejak awal tahun ini yang sudah mencair dan mendorong perbankan menurunkan beban bunga kepada perusahaan pembiayaan (multifinance) hingga akhir tahun ini. Presiden Direktur PT Buana Finance Tbk Soetadi Limin mengatakan laju penurunan beban keuangan multifinance bisa berlanjut mengingat pada semester 1/2010 bunga turun sekitar 2% dari sebelumnya. "Beban keuangan multifinance diperkirakan semakin turun dari sisi beban pinjaman, karena beban bunga atau cost of fund mulai turun dari bank," katanya kepada Bisnis, kemarin. Direktur PT BFI Finance Indonesia Tbk Cornelius Henry Kho mengatakan saat ini likuiditas perbankan sangat longgar dan bertolak belakang dibandingkan dengan kondisi pada awal tahun lalu saat krisis masih terjadi. Dia memproyeksikan beban perseroan dan multifinance lainnya akan menyesuaikan diri lagi dengan bunga yang diberikan perbankan pada semester 11/2010. BFI Finance sepanjang paruh pertama tahun ini juga membukukan penurunan beban keuangan hingga 46,8% dari Rp 110,21 miliar menjadi Rp 58,62 miliar. |
|
Read more...
|
|
|